Pemanfaatan Alpukat Untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi

alpukat mengatasi kolesterol tinggi

Mengatasi kolesterol tinggi selama ini diasumsikan sebagai terapi bebas lemak. Kebanyakan orang beranggapan untuk bebas kolesterol kita harus berhenti mengonsumsi lemak. Padahal tidak semua lemak itu jahat. Termasuk di antaranya alpukat. Justru menurut deherba.com, alpukat bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kolesterol tinggi.

Bukti Manfaat Alpukat Untuk Mengatasi Kolesterol Tinggi

Sebuah riset yang dilaporkan dalam laman Sciencedaily tahun 2019 menunjukan bagaimana peran 1 buah alpukat yang dikonsumsi rutin akan memberi manfaat baik untuk mengendalikan kadar kolesterol.

Riset melibatkan 45 orang dengan beragam kondisi dan usia. 45 orang tersebut diberikan jenis makanan secara berbeda. Diet rendah lemak tanpa alpukat dan diet lemak sedang serta diet lemak sedang dengan alpukat setiap hari.

Setelah beberapa pekan, pola konsumsi ini dijalankan dengan ketat. Terbukti justru pengaturan pola makan dengan lemak sedang namun tetap mengonsumsi alpukat 1 buah setiap hari justru menunjukan penurunan kadar kolesterol tinggi yang paling signifikan.

Mereka yang mengonsumsi alpukat justru mengalami penurunan LDL kolesterol hingga 13 poin. Sedang mereka yang menjalankan diet rendah lemak justru hanya menunjukan penurunan sekitar 7 poin.

Sementara pada riset pendahulunya di tahun 1996, dijelaskan lemak tak jenuh dalam alpukat bekerja sangat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan memperbaiki kualitas kesehatan penderita kolesterol secara general.

Riset yang diungkap pada Archives of Medical Research tahun 1996 menunjukan bagaimana konsumsi alpukat secara rutin dapat membantu menurunkan kadar trigliserida sekitar 20%. Juga efektif menurunkan kadar kolesterol jahat atau  LDL kolesterol hingga sebesar 22%. Sementara juga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL kolesterol sebesar 11%.

Mengapa Alpukat Dapat Mengatasi Kolesterol Tinggi?

Alasan sederhana bagaimana alpukat baik untuk mengatasi kolesterol tinggi adalah kandungan lemak di dalamnya. Lemak yang selama ini mendapat stigma negatif sebenarnya tidak selalu jahat. Dan lemak dalam alpukat justru baik dan aman untuk tubuh.

Bahkan meski berlemak, kandungan LDL pada alpukat dinyatakan zero persen. LDL atau Lower Density Lipoprotein merupakan identititas dari kolesterol jahat. Justru kadar High Density Lipoprotein dalam alpukat menjadi salah satu yang paling tinggi. Terdiri dari komponen lemak tak jenuh dalam formula lemak polyunsaturated dan monounsaturated.

Kandungan serat di dalamnya sendiri terbukti baik untuk membantu menurunkan penyerapan lemak kolesterol jahat. Sehingga akan membantu menghambat tubuh menyerap kolesterol jahat dari asupan makanan berlemak lain yang kita konsumsi.

Lemak dari jenis tak jenuh ini terbukti juga membantu merawat pembuluh darah, menjaga elastisitas dan kekuatan pembuluh darah. Mencegah pembentukan endapan lemak pada sirkulasi darah yang dapat menjadi awal terjadinya hipertensi, stroke dan serangan jantung.

Dalam temuan lain yang diungkap pada Critical Reviews in Food Science and Nutrition tahun 2013 juga dijelaskan bahwa kandungan fitosterol dalam alpukat merupakan yang tertinggi dibandingkan jenis buah buahan lain.

Fitosterol sendiri merupakan senyawa fitokimia unik yang bekerja merawat dan merawat sel sel dinding pembuluh darah, membantu merawat otot jantung dan menjaga kesehatan sistem peredaran darah. Semakin banyak asupan fitosterol semakin baik regenerasi sel pada pembuluh darah.

Ini menjadikan diet dengan alpukat akan lebih efektif mengatasi kolesterol tinggi dibandingkan diet dengan sumber makanan kaya lemak tak jenuh lain. Seperti dengan minyak kelapa atau dengan minyak zaitun.

Sebagaimana dijelaskan dalam laman kesehatan deherba.com. Mulailah hari hari Anda dengan mengonsumsi buah alpukat setiap hari dengan rutin. Selain baik untuk mengatasi kolesterol tinggi, juga baik untuk kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh.