Ingin Usaha di Franchise-kan Simak Ketentuan Berikut Ini

Jika Anda memiliki bisnis yang sukses, dan ingin mengembangkan bisnis Anda lebih luas, tidak hanya di pasar regional tetapi juga internasional, maka waralaba adalah langkah yang tepat. Nah, untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis Anda bisa difranchisekan atau tidak, berikut juga akan dijelaskan syarat-syarat apa saja yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan franchising bisnis Anda.

Dalam ilmu waralaba, setiap bisnis dapat menggunakan sistem waralaba (franchise.red) dalam rangka pengembangan atau perluasan pasar. Namun, untuk membuat bisnis waralaba ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dengan sebuah waralaba.

Karena bisnis franchise bukan hanya sekedar kemauan, tetapi lebih dari itu juga ada kewajiban moral dari franchisee untuk memuaskan franchisee atau mitranya.

Baca ulasan menarik lainnya di Media Jakarta, silahkan bisa klik tautan tersebut.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh franchisor sebelum melakukan franchising suatu usaha, adalah:

1. Kredibilitas bisnis

Artinya, jika Anda ingin membuat bisnis waralaba, bisnis Anda harus memiliki kredibilitas yang terbukti. Kredibilitas di sini dapat tercermin dalam ukuran cabang, tahun beroperasi, profitabilitas, kekuatan manajemen, mitra dan/atau kepuasan pelanggan, dan sebagainya.

2. Ciri khas usaha

Artinya, bisnis Anda harus memiliki karakteristik atau keunggulan yang tidak mudah ditiru. Misalnya dari kualitas produk atau jasa yang dijual, dari sistem manajemen, metode penjualan dan pelayanan, target pasar, merek, biaya investasi, dan lain sebagainya.

3. Sistem bisnis mudah diajarkan dan diterapkan

Umumnya, jika bisnis Anda sangat kompleks dan tidak dapat diajarkan kepada franchisee dalam waktu 3 bulan, maka akan sulit untuk melakukan franchise.

4. Bisa berjalan di berbagai tempat

Artinya usaha dapat dibuka di berbagai tempat sesuai dengan kebutuhan usaha dan dapat dipindahkan ke tempat lain, termasuk di luar negeri.

5. Memiliki SOP (sistem operasi prosedur)

Untuk semua operasi bisnis, harian, mingguan dan bulanan. Tujuannya agar franchisee dapat menjalankan usahanya secara manual secara sistematis seperti yang mereka lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal.

6. Nilai investasi yang terjangkau

Kemampuan mencerminkan kemampuan penerima waralaba potensial untuk membeli waralaba Anda, dan bukan hanya biaya waralaba yang sebenarnya.

7. Menguntungkan

Penerima waralaba harus menguntungkan dalam jangka panjang, dan mendapatkan keuntungan setelah royalti Anda dibayarkan. Jangan sampai niat hanya mendapatkan franchise fee atau menetapkan target jangka pendek tanpa mempertimbangkan faktor franchisee.

8. Punya modal cukup

Artinya sebagai franchisor Anda perlu memiliki sumber daya manusia dan sumber pendanaan yang cukup dan kuat untuk mendukung bisnis Anda.

9. Komitmen untuk menjaga hubungan baik

Dalam sistem franchise, faktor keberhasilan adalah seberapa baik franchisee menciptakan hubungan yang baik dan saling menguntungkan dengan franchisee. Jika Anda sebagai franchisee memiliki hubungan yang baik dan kuat dengan franchisee, maka akan lebih mudah jika Anda ingin membuat atau memperkenalkan perubahan dalam bisnis Anda.

10. Sistem manajemen yang kuat

Ini mungkin komponen yang paling penting. Karena banyak franchise yang gagal dan tidak bisa membuat franchisee nyaman karena minimnya pengalaman.

Ya, dari sepuluh hal yang disebutkan di atas, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Anda melakukannya? Bisakah Anda mengatakan bahwa bisnis Anda dapat diwaralabakan? Jika demikian, Anda perlu bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apakah saya perlu mewaralabakan bisnis saya? Pertanyaan-pertanyaan ini hanya dapat dijawab setelah Anda memahami dan melengkapi apa yang diperlukan sebelum membuat bisnis, seperti hukum, persyaratan operasional, pemasaran, dan sistem pendukung untuk franchisee.

Baca artikel lainnya di Jakarta Media, bisa Anda kunjungi dengan mengklik link tersebut.