Tata Cara Aqiqah, Bagaimana Hukum Menggabungkannya dengan Kurban?

Keduanya tidak dapat digabungkan di antara niat qurban dengan niat aqiqah.

Islam memerintah orang-tua untuk melangsungkan aqiqah untuk anaknya, yakni menyembelih hewan untuk diolah dan dibagi-bagikan ke tetangga.

Disamping itu, Islam memerintah berkurban saat Idul Adha. Beribadah kurban bisa jadi, jadi berat untuk beberapa Muslim. Harga hewan kurban yang mahal jadikan beberapa keluarga perlu menyiapkan uang yang tidak sedikitjika akan berkurban untuk beli hewan kurban.
Dalam rencana mengelola keuangan itu, ada saatnya umat Muslim berpikir pada hewan kurban yang telah dibeli dipadukan saja tujuannya dengan aqiqah. Karena kebenaran salah satunya anaknya belum diaqiqah.

Lalu ada pertanyaan apa boleh menyatukan niat aqiqah dan kurban sekalian?

Tidak Dapat Di gabung

Ibn Bantai Al Haitami, salah satunya ulama mazhab Syafi’I, pernah mengkaji masalah ini. Dalam Kitab Al Fataawa al Fiqhiyyah Al Kubra ditulis:

” (Al Imam Ibn Bantai al Haitami) pernah ditanyakan mengenai hukum menyembelih kambing pada beberapa hari berkurban, dengan menyatukan niat kurban dan aqiqah. Apa ke-2 nya jadi syah atau mungkin tidak (Dengan 1 ekor kambing saja). Beliau Saw – mudah-mudahan Allah Swt meluapkan faedah dengan beberapa ilmunya – mengatakan jika yang diartikan oleh beberapa Ashhaab al Syafi’i (ulama-ulama mazhab Syafi’i) dan yang kami kerjakan semenjak sekian tahun ialah ke-2 nya tidak dapat dipadukan.”

” Karena kurban dan aqiqah itu masing-masing ialah kesunahan yang niat dan pemicu dilakukan masing-masing berlainan. Kurban maksudnya ialah penebusan untuk jiwa, sementara aqiqah itu penebusan untuk anak. Karenanya pelunasan untuk anak ini, diharap dia bisa tumbuh secara baik dan memperoleh kebaikan dan syafaat.” (Al Fataawa al Fiqhiyyah Al Kubra dan Tuhfah al Muhtaj fi Syarh Al Minhaj).

Bagaimana dengan Menyembelih Sapi?
Pergi dari keterangan fatwa di atas, kurban dan aqiqah tidak dapat dipadukan tujuannya. Karena ke-2 nya tidak dapat digabungkan di antara niat kurban dengan niat aqiqah. Pembicaraan lahir dari ketidaksamaan mengenai bolehkan lakukan satu beribadah untuk dua arah.

Ingat Zarima Mirafsur Sang Ratu Ekstasi? Begini Nasibnya Saat ini
Menurut Ibn Bantai Al Haitami, ini karena seekor kambing cuman sebagai wakil seseorang, dan tidak dapat lakukan dua beribadah sekalian.

Beda hal bila Teman dekat Dream menggunting seekor sapi, yang dapat sebagai wakil tujuh orang. Ke-7  orang ini dikatakan sebagai tujuh niat berkurban, aqiqah anakk wanita, dan 5 kafarat karena itu qurban dan aqiqah ini jadi syah hukumnya dengan menyembelih sapi.

Tetapi jika keadaan ekonomi memang jadi argumen khusus untuk lakukan qurban dan aqiqah secara bertepatan, karena itu seharusnya orangtua memprioritaskan aqiqah lebih dulu.

Karena walau ke-2 nya sama beribadah sunah dengan arah mensyukuri anugerah Allah Swt, tetapi Islam tidak memberatkan penganutnya untuk lakukan hal yang ada di luar kekuatan.

Aqiqah Bersamaan Saat Idul Adha

Fatwa dalam Mazhab Hambali memikat buat diamati yang mengatakan seandainya seorang anak sudah capai umur 7 hari di hari raya Idul Adha, karena itu orangtua bisa pilih di antara aqiqah atau berkurban.

Bila aqiqah yang diputuskan, dia tak perlu berkurban kembali, begitu juga kebalikannya. Ini dianalogikan sama orang yang niat mandi sunnah pada hari yang bersamaan di antara sholat jumat dan sholat Ied.

Arah aqiqah satu kali lagi ialah agar seorang anak didoakan supaya tumbuh jadi seorang anak yang bagus. Dan orang-tua mensyukuri kelahirannya dengan membayar anaknya melalui share rejeki dengan menyembelih hewan aqiqah.

Sementara qurban dapat diperuntukkan bukan hanya untuk anak, tetapi untuk orang dewasa. Bila anak telah diaqiqahkan, dia tak lagi punyai utang aqiqah di umur dewasanya, tetapi cukup berkurban bila dia sanggup. Wallahu a’lam.

Kunjungi website: Paket Aqiqah Jakarta