Tips Mengganti Popok Sweety Secara Tepat

main image

Pekerjaan untuk mengganti popok memang menjadi pekerjaan yang terlihat sederhana. Namun sebenarnya, tidak semua ayah dan bunda bisa melakukannya dengan benar sehingga berakibat pada kulit bayi yang mengalami masalah. Jadi, meskipun terlihat sederhana, kita tidak bisa sembarangan mengganti popok bayi karena ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Ketika memasangkan popok sweety ke bayi yang masih memiliki tali pusar, maka kita dilarang untuk memasukkan tali pusar bayi ke dalam popok. Apabila tali pusar belum puput, maka kita disarankan untuk melipat garis pinggang popok ke bawah sehingga area tersebut tetap kering. Kemudian, kita bisa melanjutkan untuk melipat garis pinggang ke bawah pada saat beberapa hari setelah lepasnya tali pusar untuk mencegah munculnya iritasi.

Penting juga untuk diketahui para ayah dan bunda untuk tidak memasang popok sweety secara terlalu ketat ke anak. Soalnya, popok yang terlalu ketat bisa membuat kulit bayi menjadi lecet. Jadi, cobalah untuk membuat perekatnya menjadi lebih renggang sehingga bayi tetap nyaman dan tetap mudah bergerak. Ketika ayah dan bunda bingung untuk menentukan jenis popok yang tepat bagi sang buah hati, maka ayah dan bunda bisa melihat referensi popok yang ada di pasaran. Tentunya, ada berbagai jenis popok.

Salah satu jenis popok yang dapat kita andalkan ialah popok sweety silver pants yang cocok untuk si buah hati. Popok yang satu ini selalu bisa dipercaya karena memiliki kemampuan untuk menyerap dalam waktu satu detik sehingga permukaan popok menjadi cepat kering. Bukan hanya itu saja, popok ini juga tahan terhadap kebocoran dan sudah teruji secara klinis di Australian Dermatologist sehingga terbukti aman untuk kulit bayi. Lantas, seperti apa urutan untuk mengganti popok si buah hati? Berikut ulasannya!

  1. Mencuci tangan terlebih dahulu

Sebelum tangan ayah dan bunda menyentuh si buah hati, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Gunakan sabun dan air mengalir. Atau bila sedang berada di luar dan tidak tersedia sabun serta air, kita bisa menggunakan tissue basah maupun hand sanitizer.

  1. Membuka popok bayi yang sudah kotor

Setelah mencuci tangan, letakkan bayi di atas permukaan yang sudah dilapisi dengan alas bersih. Kemudian perekat popok yang sudah kotor dibuka secara perlahan. Usahakan agar perekat tidak rusak. Kemudian, tarik bagian depan popok yang sudah kotor, lalu turunkan popok ke bawah. Apabila si kecil berjenis kelamin laki-laki, maka tutuplah area kemaluan dengan menggunakan kain bersih sehingga tidak mengenai kita maupun dirinya sendiri ketika ia buang air kecil. Kemudian, angkat bokong si kecil dengan memegang dua pergelangan kakinya ke atas secara perlahan. Ambil segera bagian depan popok, kemudian lipat sehingga menutupi bagian yang kotor, lalu gulung dan masukkan ke dalam kantong plastik yang sudah tersedia dan buang di tempat sampah.

  1. Bersihkan kulit bayi

Setelah itu, bersihkan anus, alat kelamin, serta lipatan paha dan area kulit sekitarnya dari sisa kotoran dan urine yang masih tersisa menggunakan tissue basah maupun kapas basah sampai benar-benar bersih. Agar mengurangi risiko infeksi, pada saluran kencing, bersihkanlah dari arah depan ke belakang. Biarkan kulitnya mengering sendiri atau usapkan lap maupun handuk bersih kering yang bahannya lembut.

  1. Pakaikan popok bersih

Selipkan bagian belakang popok sweety yang masih bersih ke bagian bokong si kecil, kemudian geser ke arah pinggang. Pastikan posisi perekat popok ada di sekitar pinggang, lalu tarik ke bagian depan popok ke arah perut si kecil. Buka perekat belakang popok dan tarik ke arah perut untuk direkatkan. Pastikan untuk tidak terlalu kencang agar si kecil tetap merasa nyaman.